Tanaman cabe bisa diperbanyak melalui bijinya. Biji cabe tersebut
diperoleh dari tanaman induk yang sehat dan bebas dari serangan hama dan
penyakit tanaman. Untuk areal tanah 1 hektar dibutuhkan sekitar 2-3 kg
buah cabai atau setara dengan 300-500 gr biji cabe.
Terdapat banyak jenis cabe saat ini, bisa mencapai belasan jenis cabe. Cabe rawit merupakan jenis cabe yang paling banyak dibudidayakan karena paling populer di masyarakat. Cabe rawit yaitu cabe yang berukuran cukup kecil namun memiliki tingkat rasa pedas yang cukup tinggi. mengenai hal tersebut jika Anda ingin membudidayakan cabe rawit, Anda dapat membuat bibit sendiri dengan kualitas baik. bibit diperoleh dari biji cabe yang diperoleh dari panen sebelumnya atau dari sesama petani. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai cara membuat bibit cabe sendiri. Tetapi jika Anda tidak telaten dan belum pernah panen cabe sebelumnya, Anda dapat menggunakan Benih Cabe Rawit Genie, benih cabe rawit unggul dari PT. Natural Nusantara (NASA).
Menentukan bibit cabe yang unggul merupakan cara terbaik untuk membudidayakan cabe. Karena bibit cabe akan menentukan hasil panen nantinya, jika bibit yang digunakan hanya bibit dengan kualitas biasa, hasil panennya pun juga tidak akan maksimal.

Gunakan Pupuk Organik dari NASA seperti POC NASA, Supernasa, dan Hormonik agar pertumbuhan tanaman cabe maksimal. Saat tanaman sudah mulai menghasilkan buah, berikan perlakuan Power Nutrition dari PT. Natural Nusantara agar buah yang dihasilkan dapat maksimal, berbuah lebat, gemuk dan berkualitas baik.
Untuk teknik pemupukan tanaman cabe, Anda dapat melihat cara lengkapnya di sini.

Setelah didapatkan buah cabe dengan kualitas baik, buah cabe kita sayat menjadi dua bagian. Hati-hati saat melakukan proses penyayatan karena dapat melukai biji cabe di dalamnya. Setelah buah cabe terbelah menjadi dua, keluarkan biji-biji cabe yang ada di dalamnya.
Selanjutnya biji-biji cabe tersebut dijemur di bawah sinar matahari dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Saat proses pengeringan biji cabe rawit ini, Anda dapat menggunakan nampan. Saat biji cabe akan disemai, seleksi lagi biji cabe yang bagus dan tidak bagus. Penyeleksian ini wajib dilakukan. Tujuan dari penyeleksian ini adalah agar biji yang digunakan sebagai bibit akan memiliki daya tumbuh hingga 80% saat ditanam.

Biji-biji yang telah kita seleksi secara fisik (tampilan luarnya dalam keadaan bagus) selanjutnya di seleksi lagi agar biji cabe dapat benar-benar digunakan sebagai bibit. Cara menyeleksi biji cabe cukup mudah dilakukan. Siapkan ember atau bak yang telah diisi air dan diberi tambahan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup POC NASA ditambahkan ke 1 liter air hangat. Biji cabe kemudian dimasukkan ke dalam larutan air dan POC NASA tersebut lalu diaduk-aduk dan diperam selama semalam. POC NASA bermanfaat untuk menambahkan nutrisi pada biji cabe agar nanti ketika proses penyemaian dan penanaman, biji dapat tumbuh dengan baik.
Setelah diperam selama semalam, jika terdapat biji dalam ember yang mengapung atau mengambang maka biji tersebut harus dibuang karena tidak bagus untuk dijadikan bibit. Sebaliknya, biji cabe yang tenggelam ketika direndam merupakan biji yang bagus untuk dijadikan sebagai bibit cabe. Biji cabe yang tenggelam dapat langsung disemai.
Demikian Cara Membuat Bibit Cabe sendiri dengan baik dan benar. Semoga bermanfaar. Perlu diketahui bahwa pada tingkat kualitas akan jauh lebih tinggi bibit cabe hibrida. Tetapi hal ini hanya sebagai antisipasi jika kita tidak memiliki dana yang cukup.
Terdapat banyak jenis cabe saat ini, bisa mencapai belasan jenis cabe. Cabe rawit merupakan jenis cabe yang paling banyak dibudidayakan karena paling populer di masyarakat. Cabe rawit yaitu cabe yang berukuran cukup kecil namun memiliki tingkat rasa pedas yang cukup tinggi. mengenai hal tersebut jika Anda ingin membudidayakan cabe rawit, Anda dapat membuat bibit sendiri dengan kualitas baik. bibit diperoleh dari biji cabe yang diperoleh dari panen sebelumnya atau dari sesama petani. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai cara membuat bibit cabe sendiri. Tetapi jika Anda tidak telaten dan belum pernah panen cabe sebelumnya, Anda dapat menggunakan Benih Cabe Rawit Genie, benih cabe rawit unggul dari PT. Natural Nusantara (NASA).
Menentukan bibit cabe yang unggul merupakan cara terbaik untuk membudidayakan cabe. Karena bibit cabe akan menentukan hasil panen nantinya, jika bibit yang digunakan hanya bibit dengan kualitas biasa, hasil panennya pun juga tidak akan maksimal.
Cara Membuat Bibit Cabe
-
Induk Tanaman
- Tanaman induk harus tumbuh dengan baik, sehat, dan tidak terserang penyakit. Misalnya batang lurus meninggi, daun tidak keriting dan tida layu
- Tanaman yang dijadikan induk harus memiliki keseragaman pertumbuhan di lapangan
- Rawat dengan baik tanaman yang akan digunakan sebagai bahan pembibitan
- Umurnya membutuhkan waktu 7-8 bulan untuk menghasilkan buah cabe yang maksimal
- Sebaiknya pilih pohon yang buah cabenya lebat
- Setelah memasuki fase berbuah, petik cabe yang telah benar-benar tua dan kulit luarnya terlihat merah mengkilap
Gunakan Pupuk Organik dari NASA seperti POC NASA, Supernasa, dan Hormonik agar pertumbuhan tanaman cabe maksimal. Saat tanaman sudah mulai menghasilkan buah, berikan perlakuan Power Nutrition dari PT. Natural Nusantara agar buah yang dihasilkan dapat maksimal, berbuah lebat, gemuk dan berkualitas baik.
Untuk teknik pemupukan tanaman cabe, Anda dapat melihat cara lengkapnya di sini.
-
Ambil Biji Pada Induk Cabe
Setelah didapatkan buah cabe dengan kualitas baik, buah cabe kita sayat menjadi dua bagian. Hati-hati saat melakukan proses penyayatan karena dapat melukai biji cabe di dalamnya. Setelah buah cabe terbelah menjadi dua, keluarkan biji-biji cabe yang ada di dalamnya.
Selanjutnya biji-biji cabe tersebut dijemur di bawah sinar matahari dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Saat proses pengeringan biji cabe rawit ini, Anda dapat menggunakan nampan. Saat biji cabe akan disemai, seleksi lagi biji cabe yang bagus dan tidak bagus. Penyeleksian ini wajib dilakukan. Tujuan dari penyeleksian ini adalah agar biji yang digunakan sebagai bibit akan memiliki daya tumbuh hingga 80% saat ditanam.
-
Seleksi Biji atau Bibitnya
Biji-biji yang telah kita seleksi secara fisik (tampilan luarnya dalam keadaan bagus) selanjutnya di seleksi lagi agar biji cabe dapat benar-benar digunakan sebagai bibit. Cara menyeleksi biji cabe cukup mudah dilakukan. Siapkan ember atau bak yang telah diisi air dan diberi tambahan POC NASA dengan dosis 0,5-1 tutup POC NASA ditambahkan ke 1 liter air hangat. Biji cabe kemudian dimasukkan ke dalam larutan air dan POC NASA tersebut lalu diaduk-aduk dan diperam selama semalam. POC NASA bermanfaat untuk menambahkan nutrisi pada biji cabe agar nanti ketika proses penyemaian dan penanaman, biji dapat tumbuh dengan baik.
Setelah diperam selama semalam, jika terdapat biji dalam ember yang mengapung atau mengambang maka biji tersebut harus dibuang karena tidak bagus untuk dijadikan bibit. Sebaliknya, biji cabe yang tenggelam ketika direndam merupakan biji yang bagus untuk dijadikan sebagai bibit cabe. Biji cabe yang tenggelam dapat langsung disemai.
Demikian Cara Membuat Bibit Cabe sendiri dengan baik dan benar. Semoga bermanfaar. Perlu diketahui bahwa pada tingkat kualitas akan jauh lebih tinggi bibit cabe hibrida. Tetapi hal ini hanya sebagai antisipasi jika kita tidak memiliki dana yang cukup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar